Jumat, 28 November 2014

*** JAKARTA : Tukang sate hina Jokowi sering azan & jadi imam di musala rutan. ***BALI : Pukul warga sipil, anggota polisi Bali dibui 21 hari. *** MATARAM : Digugat WNA, Harian Suara NTB Menang di Pengadilan. *** PONOROGO : Humas Ponorogo Tak Tahu Dugaan Korupsi Libatkan Media. *** TULUNGAGUNG : Polisi Tangkap Oknum Wartawan Perkosa Pemandu Lagu. ***SURABAYA : Kekeringan di Jatim Paling Parah se-Indonesia        

Home » Opini » Penilaian Kinerja Pegawai

Penilaian Kinerja Pegawai

 

Penilaian Kinerja seseorang adalah untuk mengetahui seberapa besar mereka bekerja melalui sistem Formal  dan terstruktur, seperti menilai, mengukur, dan mempengaruhi sifat-sifat yang berkaitan dengan pekerjaan, prilaku dan hasil termasuk absen kehadiran. Essensi dari sebuah penilaian adalah untuk mengetahui seberapa produktif seseorang, apakah ia bisa bekerja sama atau lebih efektif pada masa yang akan datang, sehingga karyawan organisasi dan masyarakat semuanya memperoleh manfaat. Cara pengukuran atau pelaksanaan standar penilaian tercakup dalam tiga hal yaitu  : kuantitas yang harus diselesaikan, kualitas yang dihasilkan, dan ketepatan waktu sesuai tidaknya dengan yang direncanakan.

Owens ( 1995 ) mengemukakan bahwa penilaian terhadap kinerja memiliki tujuan : 1 ) evaluasi dengan penentuan gaji, 2 ) Promosi, penurunan pangkat, pemberhentian sementara, dan pemecatan pegawai, 3 ) Tujuan pengembangan yang berkenaan dengan penelitian, umpan balik, pengembangan karir pegawai dan pengembangan organisasi, perencanaan sumber daya manusia, perbaikan kinerja dan komunikasi.

Informasi yang diperoleh dari penilaian kinerja digunakan untuk : 1) Umpan balik terhadap kerja seseorang, 2) menentukan kepuasan untuk melakukan program pengembangan, 3) melakukan pengesahan terhadap program kompensasi, 4) menentukan keputusan tentang mutasi dan promosi jabatan, 5) perbaikan program disiplin karyawan. ( edgar: 1991 ) Kualifikasi yang terpenting bagi pengembangan kriteria kinerja seseorang dapat diukur secara obyektif melalui : 1) Relevansi, menunjukkan tingkat kesesuaian antara kriteria dengan tujuan tujuan prestasi kerja, 2) Reliability, menunjukkan tingkat mana dihasilkan secara konsisten, 3) Diskriminasi, mengukur tingkat sampai dimana suatu kriteria kinerja dapat diperhatikan perbedaan- perbedaan dalam kinerjanya.

Penilaian Kinerja hendaknya memberikan suatu gambaran yang akurat mengenai kinerja karyawan.Untuk mencapai tujuan ini sistem sistem penilaian harus berhubungan dengan pekerjaan, praktis mempunyai standard dan menggunakan berbagai ukuran yang dapat diandalkan. Untuk itu dalam menilai kinerja seseorang harus dilakukan penilaian oleh semua penjuru, Adapun Pihak – pihak yang dilibatkan adalah : 1) Atasan Langsung ( Pejabat Penilai ), 2) Atasan atasan Langsung (Atasan Pejabat Penilai), 3) Rekan Kerja, 4) Diri Sendiri, 5) Bawahan, 6) Pengguna Jasa.

Atasan Langsung adalah pimpinan dalam suatu lembaga/ Instansi. Seperti Kepala Sekolah. Atasan langsung mempunyai kesempatan yang paling banyak untuk menilai kinerja pegawai. Sehingga Atasan Langsung mengetahui secara mendetail bagaimana kterkaitan pegawai dengan sasaran, Visi Misi organisasi. Atasan langsung mempunyai hak untuk memberikan perintah, arahan, penghargaan maupun hukuman atas kinerja bawahannya. Sehingga penilaian atasan langsung ini dirasa sangat relevan dibandingkan dengan sumber lainnya.

Atasan Atasan langsung adalah pejabat yang lebih tinggi diatas atasan. Dalam Hal ini memeriksa dan mengevaluasi penilaian yang dilakukan oleh atasan. Sehingga menghilangkan bias tertentu dalam penilaian kinerja.

Rekan Kerja adalah teman yang ada dalam suatu organisasi atau instansi. Rekan Kerja dinilai mampu untuk memberikan evaluasi hal – hal tertentu terhadap pegawai yang akan dinilai oleh atasan. Adapun hal- hal tertentu tersebut diantaranya adalah efektifitas pekerjaan, kemampuan pribadi, efektifitas komunikasi dan koordinasi, kejujuran, inisiatif, prakarsa, team work, dal hal hal lain yang melibatkan kerja sama tim.

Diri Sendiri, Dalam penilaian Kinerja diri sendiri dilibatkan dengan tujuan untuk mengetahui seberapa besar individu tersebut menghargai dirinya sendiri. Terkadang orang sangat Mudah memberikan penilaian terhadap orang lain yang tidak masuk kerja. Mampukah ia memberikan penilaian terhadap dirinya sendiri. Sehingga dengan penilaian diri sendiri ini akan menjadikan seseorang berjiwa besar, untuk mengakui kemampuan dan kekurangan dirinya guna meningkatkan kinerjanya.

Bawahan, Penilaian dari bawahan akan memberikan masukan yang sangat berarti bagi pejabat yang akan menilai. Karena bawahan adalah orang yang sering berkomunikasi denagn pegawai yang akan dinilai, sehingga ia mampu memberikan gambaran akan kinerja yang telah dilakukan.

Masyarakat/Pengguna Jasa, dalam beberapa hal pengguna jasa dari seorang pegawai akan mampu memberikan informasi akan kinerja pegawai tersebut. Sehingga mampu memberikan masukan yang sangat berarti

Demikian Upaya penilaian kinerja pegawai sehingga penilaian yang didapatkan akan mampu meningkatkan rasa percaya diri dan memberikan penghargaan diri bagi pegawai tersebut. Sehingga mampu bekerja dan berprestasi lebih baik lagi.****

Tinggalkan komentar Anda

 
Copyright © 2010-2011 IndonesiaPosNews.Com. All Rights Reserved
Supported by ElfasMedia