Rabu, 26 November 2014

*** JAKARTA : Tukang sate hina Jokowi sering azan & jadi imam di musala rutan. ***BALI : Pukul warga sipil, anggota polisi Bali dibui 21 hari. *** MATARAM : Digugat WNA, Harian Suara NTB Menang di Pengadilan. *** PONOROGO : Humas Ponorogo Tak Tahu Dugaan Korupsi Libatkan Media. *** TULUNGAGUNG : Polisi Tangkap Oknum Wartawan Perkosa Pemandu Lagu. ***SURABAYA : Kekeringan di Jatim Paling Parah se-Indonesia        

Home » Regional » Bantuan Kambing Jalin Kesra di Jual Kembali Pada Tengkulak

Bantuan Kambing Jalin Kesra di Jual Kembali Pada Tengkulak

 

bantuan kambing pasuruan onPasuruan, IPNews.Com - Bantuan Jalinkesra  berupa kambing yang di berikan untuk warga , sebenarnya sangat di harapkan oleh warga yang sangat membutuhkan bantuan tersebut sebagai tambahan pengahasilan bagi mereka ,begitu sangat berartinya bantuan itu warga benar-benar menginginkan agar bantuan tersebut tepat sasaran pada mereka yang membutuhkan namun apa yang terjadi di desa Karang Jati kecamatan Wonorejo kabupaten Pasuruan sungguh amat mencengangkan pasalnya justru bantuan kambing yang di dapat dari pemerintah itu yang merupakan program dari pak de karwo sebagai Gubenur tersebut,malah oleh kades Karang jati di jual lagi pada tengkulak .

menurut keterangan warga bahwa bantuan itu di tujukan pada 45 kepala keluarga yang ada di desa tersebut ,masing masing KK mendapatkan bantuan 3 ekor kambing ,namun setelah bantuan itu sampai kepada warga ternyata ada tengkulak yang membeli kambing bantuan tersebut seharga 1 juta untuk 3 ekor kambing tentu saja hal ini sangat tidak di benarkan bantuan itu semestinya benar benar di pelihara dan untu menambah penghasilah bagi warga yang kurang mampu,kini malah di manfaatkan oleh pihak tertentu dengan mengiming imingi warga untuk menjual pada tengkulak itu.

Informasi adanya penjuala kambing bantuan itu di dapatkan dari info mayarakat yang tidak mau menyebutkan namanya , sementara itu ketika wartawan mendatangi rumah kholik selaku kepala desa di tempat tersebut ,dirinya mengatakan  pada wartawan ,bahwa sebetulnya bantuan itu  pengajuannya sejak tahun   2008  dan baru terealisasikan tahun    2013.Kades itupun juga mengatakan bahwa bantuan Jalinkesra itu tidak tepat sasaran pasalnya warga yang ada di sana itu umumnya warga yang mampu semua .seperti yang di ucapkannya pada wartawan .

“Pak warga di sini adalah warga yang mampu semua pak ,sebetulnya bantuan tersebut tidak tepat sasaran “tukas kades tersebut .

Yang menjadi masalah di sini adalah kalau memang merasa  bahwa di tempat tersebut  umumnya masyarakatnya sudah tergolong masyarakat yang mampu mengapa meski ada pengajuan bantuan jalinkesra itu,sedangkan tanggung jawabnya sebagai Kades di tempat itu sudah semestinya mengawasi dan membimbing warganya untuk benar benar memelihara serta memanfaatkan bantuan tersebut supaya akan meningkatkan taraf hidup masyarakatnya .

bukannya malah mengeluhkan kalau kambing yang di dapat kondisinya kurus kecil dan sebagainya sehingga mengajak warganya untuk rame rame menjual kambing tersebut pada tengkulak ,padahal menurut penuturan dari warga setempat yang tidak mau mengikuti cara cara kadesnya itu mengatakan pada wartawan seperti yang di tuturkan oleh Rifai warga dusun Karang jati Rt 02/Rw03 yang mengatakan .

“Saya sudah sangat bersyukur atas pemberian bantuan kambing kambing ini, sayapun berharap kelak  akan bermanfaat untuk menambah pengahasilan buatnya  “ tuturnya dengan polos .

Sementara itu saat wartawan mendatangi Dinas pertenakan Kabupaten Pasuruan dan bertemu dengan Fahmi Fitriantono selaku .SE.Msi. selaku sekertaris di tempat itu kepada wartawan Koran ini dia mengatakan bahwa sanya pihak dinas peternakan hanya mengetahui adanya bantuan  Kambing  dari Provinsi ,dan menurutnya pula bahwa yang berhak untuk mengawasi jalannya bantuan itu serta perawatannya adalah Pendamping yag sudah di tunjuk menurut keteranganya pula bahwa sebagaipendamping pada batuan JalinKesra di daearah tersebut adalah dua orang dari dua   LSM masing masing LSM 1 anggota ,jadi dua orang tersebutlah yang seharusnya mengawasinya selama 1 tahun tentang perkembangan   bantuan itu setelah sampai pada warga masyarakat.

Berdasarkan  informasi dari masyarakat pula mengatakan bahwa pendamping pendamping itu tidak pernah mengawasi dan datang ke daerah itu untuk mengontrol keadaan kambing kambing bantuan yang ada di sana. (TT/AN) bersambung

Tinggalkan komentar Anda

 
Copyright © 2010-2011 IndonesiaPosNews.Com. All Rights Reserved
Supported by ElfasMedia